PASAR PROPERTI DINILAI MASIH TERUS BERTUMBUH

Posting : Senin, 31/07/2017

Kenaikan indeks harga properti residensial secara nasional pada kuartal II 2017 disebabkan oleh dorongan di sejumlah kawasan yakni DKI Jakarta 2,4 persen, Jawa Tengah 4,27 persen, serta Banten 0,65 persen.

"Jawa Barat sebagai salah satu wilayah penyuplai residensial terbesar, mengalami penurunan sebesar 1,1 persen. Selain itu, wilayah DIY juga mengalami penurunan tipis sebesar 0,3 persen," ujar Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan.

Khusus untuk wilayah Banten, lanjut dia, mengalami kenaikan 0,67 persen dibanding kuartal sebelumnya.

"Kenaikan harga properti di wilayah Banten terutama disebabkan oleh kenaikan signifikan di wiayah Tangerang sebesar 1,05 persen. Sementara, di wilayah Tangerang Selatan tidak mengalami perubahan," tambah Ike.

Vice president economist PermataBank, Joshua Pardede, mengatakan, pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua 2017, diperkirakan meningkat seiring dengan kuatnya konsumsi rumah tangga, tumbuhnya ekspor serta perbaikan investasi bangunan dan investasi non bangunan.

"Harga residensial diprediksi berpotensi naik 5 persen pada semester II-2017. Sejumlah faktor dinilai menopang geliat bisnis hunian seperti ekonomi makro yang cukup stabil dan bergulirnya proyek-proyek infrastruktur di Indonesia," kata Joshua.

Beberapa hal yang dapat mendongkrak pasar properti adalah pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2017 yang mencapai 5,1 persen (y-o-y). Lalu, kuatnya konsumsi rumah tangga, ekspor yang bertumbuh, serta perbaikan investasi bangunan dan investasi nonbangunan.

"Pasar properti untuk residensial akan terus tumbuh. Terutama melihat kebutuhan rumah yang masih besar, yakni mencapai 1 juta unit per tahun," tambahnya.

Sumber : beritasatu.com